Selamat Milad UKMK Al-Furqan ke-13

Diusia ke-13 ini, semoga Al-Furqan bisa menjadi pembeda yang merangkul segala kalangan, demi tegaknya agama Allah SWT

Pembina Al-Furqan berfoto dengan Ketua Umum Al-Furqan

Oh....kita ya Milad ya. Selamat, selamat...kata pembina alfurqan,

Rektor UPI YPTK Bersama dengan Ketua Umum Al-Furqan pada Milad Ke-13

Selamat Milad ya, tutur Bapak Sarjon Depit kepada Ketua Umum Al-Furqan

Berfoto Dengan Dekan Fakultas Ilmu Komputer

Selamat Milad,,,,Semoga berjaya

Karya Tangan Akhwat Al-Furqan, Pada Milad ke-13

Happy Milad Al-Furqan, "One Action One Destination"

Selasa, 22 April 2014

Kiat Sukses Dalam Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu, wajib hukumnya dalam Islam. Baik pria maupun wanita memiliki kewajiban yang sama untuk mengasah akalnya.
[A] NIAT KETIKA BELAJAR
Pada saat mempelajari suatu ilmu wajib mempunyai niat. Niat adalah kunci dari segala amal, sebagaimana sabda Nabi dalam hadis shahih: “Sesungguhnya sahnya amal bergantung pada niatnya”.
Ketika menuntut ilmu berniatlah mencari rhido Allah Ta’ala, mengharap kebahagiaan di akhirat, menghilangkan ketidaktahuan yang ada pada dirinya dan orang lain, menghidupkan agama, melestarikan Islam karena keabadian Islam adalah dengan ilmu. Tidak akan mendapatkan kebenaran dalam zuhud dan takwa kecuali dengan mengetahui ilmunya.
Hendaklah dalam menuntut ilmu diniatkan untuk mensyukuri nikmat akal dan kesehatan badan, dan tidak diniatkan untuk mencari muka dihadapan manusia, mencari kenikmatan dunia atau untuk mencari kedudukan dihadapan penguasa.
[B] KESUNGGUHAN, TIDAK PUTUS ASA DAN BERCITA-CITA MULIA
Dalam menuntut ilmu haruslah sungguh-sungguh, dan tidak pernah terhenti. Allah mengisyaratkan hal ini dalam firman-Nya: “Dan orang-orang yang berjuang di jalan kami pastilah akan kami tunjukan kepada mereka jalan kami”.

Artinya, siapapun yang punya suatu cita-cita dan ia sungguh-sungguh dalam berusaha mendapatkannya maka pasti akan ia dapatkan, siapapun yang terus-menerus mengetuk pintu untuk mencapai yang dicita-citakan maka pasti akan terbuka. Apapun yang kamu inginkan bergantung dari seberapa besar keinginanmu itu.
Tetapi, dalam usaha mencapai kesempurnaan menuntut ilmu maka akan lebih sempurna bila didukung oleh kesungguhan tiga elemen yang sangat menentukan dalam mencapai kesempurnaaa ilmu. Tiga elemen tersebut adalah murid itu sendiri, guru, dan orang tua jika masih hidup.
Hendaknya dalam menuntut ilmu tak putus asa dan selalu menelaah ulang pelajaran yang telah lewat. Menelaah ulang paling baik dilakukan diantara maghrib dan isya dan waku ketika menjelang shubuh. Dua waktu tsb adalah waktu yang penuh berkah.
Masa muda adalah masa yang terbaik dalam menuntut ilmu, karena masa muda adalah masa yang paling lama dilalui. Dalam menerapkannya hendaknya tidak dengan memaksa diri dan tidak memperlemah sehingga tidak mampu melakukan sesuatu. Ia harus memperhatikan dirinya sebai modal sukses dalam segala hal.
Rasulullah SAW, bersabda: “Ingatlah, Islam ini adalah agama yang kuat. Perhatikanlah dirimu dalam menjalankan agama dan jangan kau sakiti dirimu dalam beribadah kepada Allah SWT karena orang yang telah lemah kekuatannya tiada mampu melintasi bumi dan tak mempunyai sarana yang utuh.”
[C] LANGKAH AWAL, UKURAN DAN TATA CARA BELAJAR
1.Tahap Awal Belajar
Pelajaran yang diberikan adalah pelajaran yang diperkirakan mampu dikuasai dalam dua pertemuan. Kemudian pada hari berikutnya ditambahkan kalimat demi kalimat, sehingga apabila telah banyak yang ia dapatkan maka ia tetap mapu menguasai hanya dengan dua kali pengulangan. Begitulah terus ditambahkan tahap demi tahap. Adapun bila pada pelajaran pertama langsung diberikan pelajaran yang banyak, sehingga butuh sepuluh kali untuk menerangkannya, maka sampai pelajaran terakhir akan tetap demikian dan akan menjadi kebiasaan yang sulit dihapuskan kecuali dengan usaha yang berat. Ada yang berkata,”tahap pertama adalah satu huruf tetapi pengulangannya seribu kali”.

Kemudian hendaklah dicatat pelajaran yang untuk kemudian ditelaah ulang dikuasai. Ini sangat bermanfaat sekali. Tetapi janganlah mencatat sesuatu yang tidak mengerti karena hanya membuat letih, menghilangkan kecerdasan dan membuang-buang waktu.
Berusaha untuk selalu memahami apa yang didapat dari guru, atau memahami dengan cara menganalisa, memikirkan dan mengkaji ulang. Pelajaran awal yang selalu ditelaah akan dapat dikuasai. Ada yang berkata, â€Å“manghafal dua huruf lebih baik daripada hanya mendengar dua kalimat dan memahami dua huruf lebih baik daripada menghafal dua kalimat.
Apabila tidak paham dalam suatu palajaran dan sama sekali tidak berusaha untuk memahami maka akan menjadi suatu kebiasaan, sehingga akibatnya lemah dalam memahami sesuatu kalimat yang sebenarnya mudah. Disamping sungguh-sungguh dalam belajar harus pula disertai doa kepada Allah SWT dengan penuh harap. Allah SWT menyukai hambanya yang selalu berdoa dan Allah tidak menolak permohonan hambanya.
2. Bermusyawarah
Sesama pelajar haruslah bertukar pikiran (muzhakarah), saling diskusi (munazharah) dan memecahkan masalah bersama-sama (mutharahah) dan dilakukan dengan penuh kesadaran, tenang dan penuh pendalaman serta tidak gaduh. Kesemuanya adalah bentuk dari musyawarah untuk merumuskan mana yang benar.

Musyawarah tidak bisa dilakukan dengan emosi dan dalam suasana yang gaduh. Apabila diskusi dilakukan untuk maksud saling menjatuhkan dan saling mengalahkan maka tidaklah boleh dilakukan. Musyawarah hanya dibenarkan untuk melahirkan kebenaran. Berbicara yang tidak jelas arahmya dan beralasan yang tidak semestinya tidaklah dibenarkan dalam bermusyawarah. Apabila percekcokan dengan lawan bicara masih dalam kerangka mencari kebenaran maka tidaklah mengapa.
Berdiskusi dan tukar pikiran pastilah lebih berguna daripada menelaah sendiri. Diskusi, disamping berfungsi menelaah ulang juga akan menambah ilmu. Ada yang berkata, “diskusi dalam sesaat lebih baik dari menelaah selama satu bulan.
Hindarilah bermusyawarah dengan orang yang suka bertengkar dan tidak bertabiat baik. Tabiat mudah dipengaruhi, akhlak mudah menjadi kebiasaan dan dalam suatu perkumpulan sangatlah berpengaruh.
3. Berpikir dan Berbicara yang Tepat
Dalam setiap waktu, berusahalah untuk selalu mengadakan pengamatan pada ilmu-ilmu yang sulit hingga menjadi kebiasaan rutin. Ilmu yang sulit hanya dapat dipecahkan dengan cara mengkaji secara mendalam.

Ketika hendak berbicara hendaknya dipikirkan terlebih dahulu. Perkataan itu bagaikan anak panah, maka sudah seharusnya meluruskan pembicaraan agar sesuai dengan apa yang dimaksudkan
4. Bersyukur dan Tidak Tamak
Seseorang yang berbadan sehat dan normal pikirannya maka tidak ada alasan untuk tidak menuntut ilmu. Apabila berharta banyak, maka alangkah nikmat bila kekayaan itu dimiliki oleh orang yang shalih. Salah seorang yang alim ditanya, “Dengan apa kamu mendapatkan ilmu?”. Ia menjawab, “Ayahku adalah orang kaya. Kekayaannya dimanfaatkan untuk mengabdi pada ahli ilmu dan orang-orang yang mulia.” Ini juga dapat menjadi penunjang ilmu dan bentuk syukur atas nikmat akal dan ilmu. [Jundullah]

Sumber : Buku ”Kiat Sukses Dalam Menuntut Ilmu”

Habis Gelap Terbitlah Terang

Renungan
21 April, telah tiba. Berbagai aktifitas kewanitaan digelar. Pakaian kain dan kebaya menghiasi setiap sudut negeri sebagai tanda peringatan jasa besar sang pahlawan wanita RA Kartini yang demikian terkenal dan sengaja dikenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia.
RA Kartini adalah sosok legendaris, pendobrak kekakuan adat dan tradisi keraton yang biasa memingit wanita, menuju sebuah kebebasan memperoleh pendidikan dan mengeluarkan pendapat. Demikian agung sosok RA Kartini dimata kaum feminis Indonesia. Dianggap sebagai pelopor gerakan emansipasi, gerakan menyamakan derajat antara pria dan wanita yang sudah sejak Islam diturunkan telah diangkat demikian tinggi oleh Sang Pencipta. Namun sering dilupakan apa sebenarnya yang diinginkan oleh seorang RA Kartini.
Bila kita buka lembar demi lembar surat-surat RA Kartini yang dikumpulkan menjadi buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”, maka kita akan tahu apa sebenarnya yang Ibu RA Kartini inginkan.
Beliau tidak mau mengerjakan segala sesuatu yang beliau tidak tahu apa makna yang harus beliau kerjakan, seperti ketika beliau disuruh sholat dan membaca Al Qur’an tanpa tahu apa isi bacaan yang beliau baca.
Beliau ingin setiap wanita mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat mendidik anak-anaknya secara baik dan benar. Bisa berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tidak terkungkung dalam kesunyian dan kekolotan adat. Namun juga bukan hanya sekedar untuk meraih prestasi, dan mengejar karir diluar rumah sambil melupakan atau berlepas diri dari kegiatan kerumah tanggaannya. Membiarkan anak-anak besar bersama pembantu rumah tangga yang memiliki pendidikan pas-pasan dan serba terbatas.
Pemikiran-pemikiran beliau yang semula lebih mengagungkan Barat daripada bangsanya sendiri mulai bergeser setelah beliau mendapatkan pengetahuan dan mengerti kandungan Al Qur’an yang dia peroleh dari pengajian. Hingga tercetuslah perkataan “habis gelap terbitlah terang”, yang beliau dapatkan ketika memahami isi surat Al Baqarah ayat 257. “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) menuju cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya”.
Kini saatnya, kita kaum muslimah menyadari, untuk tidak mengikuti secara mentah-mentah apa yang digembar-gemborkan oleh kaum feminis. Untuk menuntut hak, meminta persamaan derajat dengan kaum pria dan meminta jatah 30% di parlemen. Karena bila para muslimah memiliki prestasi, segala kedudukan akan dengan sendirinya tersandang tanpa harus diminta. Insya Allah. Wallahu ‘a’lam bishshowab.

Obat Hati Penyejuk Jiwa

Sesungguhnya hati mempunyai kedudukan dan tempat yang mulia dalam Islam, hal ini disebabkan banyaknya ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menganjurkan dan memerintahkan untuk menjaganya, karena hati yang tidak terjaga dan tidak terperhatikan menurut aturan syari’at akan membawa manusia kedalam lembah maksiat dan dosa, sebaliknya hati yang terjaga dan dituntun dengan aturan syari’at akan mengantarkan seseorang kepada kebahagian hidup sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’aala dalam surat Asyu’ara ayat 88 dan 89, yang artinya: “pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak kecuali orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati dan jiwa yang selamat”
Kedudukan hati dalam Islam
1. Allah Subhanahu wa Ta’aala memandang kemuliaan seseorang dengan kebaikan hatinya.
Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam haditsnya: “dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata; bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala tidak memandang kepada rupa kamu dan juga tidak memandang kepada jasadmu, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’aala memandang kepada hatimu dan amalmu” (HR. Muslim, 3/1986 no. 2564)
2. Hati merupakan raja dalam kehidupan.
Hal ini sebagaimana perkataan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Hati merupakan raja dari anggota tubuh, sedangkan anggota-anggota tubuh sebagai bala tentaranya, apabila raja itu baik maka bala tentara juga baik. jika raja itu buruk perangainya, maka tentara juga demikian, hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu:
“Bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya pada tubuh manusia itu terdapat segumpal daging, jika daging itu baik, maka akan ikut menjadi baik jasadnya, dan jika daging itu rusak, maka akan ikut menjadi rusak semua anggota tubuhnya, ketahuilah bahwa daging itu adalah hati.” (HR Bukhari, 1/167 no. 52 dan Muslim 3/1219, no. 1599)
Oleh karena itu baik atau rusaknya hati, akan menyebabkan baik dan rusaknya anggota tubuh semuanya, maka baiknya hati tersebut akan tampak dalam keta’atan seseorang kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala, karena merupakan satu hal yang mustahil ketika seseorang mengaku baik hatinya sedangkan dia tidak mau beramal dan menta’ati perintah Allah ‘Azza wa Jalla.

Pembagian Hati
Para ulama setelah melihat dan mengkaji Al-Quran dan Sunnah, maka mereka membagi hati manusia itu kepada tiga macam, yaitu:
a. Qolbun Saliim (hati yang selamat)
b. Qolbun Mayyit (hati yang mati)
c. Qolbun Mariidh (hati yang sakit)

1. Qalbun Salim (hati yang selamat)
Inilah hati yang disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’aala didalam Al-Quran, yang artinya: “Janganlah engkau hinakan aku dihari dibangkitkan. Hari yang tidak bermanfaat harta dan anak, kecuali Orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati dan jiwa yang selamat.” (QS. As-Syu’ara ayat: 87-89)
Hati yang selamat adalah hati yang selamat dari Syirik, kebencian, hasad, kikir, sombong, cinta kepada dunia, cinta kepada pangkat, selamat dari setiap penyakit yang akan menjauhkan diri seseorang dari Allah Subhanahu wa Ta’aala. Hati yang selamat ini berhak mendapat nikmat di dunia, nikmat di alam barzakh dan surga pada hari pembalasan.
Hati ini tidak akan selamat secara mutlak, kecuali setelah selamat dari lima perkara:
1. selamat dari syirik lawannya dari tauhid.
2. selamat dari bid’ah.
3. selamat dari syahwat yang yang menyalahi perintah Allah Subhanahu wa Ta’aala.
4. selamat dari kelalaian hati yang merupakan lawan dari dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala.
5. selamat dari mengikuti hawa nafsu yang merupakan lawan dari keikhlasan.

Pengaruh dan faedah dari (Qalbun salim) hati yang selamat
1. Ketenangan batin dan tidak takut menghadapi kehidupan.

Berkata Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala telah menjadikan kehidupan yang baik bagi orang-orang yang mengenal-Nya dan mencintai-Nya. Hal ini sebagaimana firman-Nya ‘Azza wa Jalla, yang artinya: “Barang siapa yang beramal shaleh dari laki-laki dan perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka Kami (Allah) akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sungguh kami akan berikan balasan mereka ganjaran yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl ayat 97)
Karena dengan Iman dan amal shalih inilah, maka Allah Subhanahu wa Ta’aala akan berikan kehidupan yang baik, berupa ketenangan batin, tidak takut menghadapi kehidupan, walaupun berat akan tetapi ia tetap sabar menghadapinya, karena ia meyakini bahwa Allah ‘Azza wa Jalla akan membantunya, menolongnya dan akan memberikan kemudahan-kemudahan baginya dalam menghadapi kesulitan.
2. Bersinarnya hati dan lapang hatinya.
Apabila hati itu bercahaya, maka dia akan memantulkan setiap kebaikan dari setiap sisi, ketika hati itu gelap, maka ia akan memberikan kegelapan pada setiap keburukan, pada setiap tempat. Inilah yang akan mengakibatkan munculnya maksiyat, kesesatan, bid’ah, menjauhi al-huda (petunjuk), mengikuti hawa nafsu, berpaling dari setiap sebab yang akan mengantarkan ia kepada kebahagian hidup, dan sibuk kepada setiap sebab kesengsaraan, sehingga membuat matanya buta terhadap kebenaran, menyesatkan jalannya dari terang menuju gelapnya kesesatan dan kehinaan.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: “Asal baiknya hati adalah hidupnya dan bersinarnya”. Dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman, yang artinya: “Dan apakah orang yang sudah mati, lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan ditengah-tengah orang banyak, sama dengan orang-orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana ?” (QS. Al-An’am ayat 122)
3. Mendapatkan kebenaran dan mampu membedakan antara yang hak dengan yang batil dan melihat ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’aala dan mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian.
Ini merupakan hasil yang dicapai bagi hati yang hidup dan bercahaya dengan cahaya keimanan dan cahaya Al-Quran, Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad) niscaya Allah akan memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian dan menjadikan cahaya untukmu, yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu, dan Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Hadid ayat 28)
Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqiti rahimahullah dalam menafsirkan kata kata “wa yaj’allakum nuuran tamsyuuna bihi” mengatakan: “bahwa yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah Ilmu, petunjuk yang membedakan antara yang hak dengan yang bathil.”
Dengan demikian jelaslah, bahwa hati yang selamat (Qolbun Saliim) adalah hati yang keseluruhan niatnya adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’aala; cintanya, maksud dan tujuannya, amalnya, tidurnya, hidupnya dan matinya, pembicaraannya semuanya adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’aala, dan semua tindak tanduknya berjalan diatas ridha Allah ‘Azza wa Jalla.
2. Qalbun Mayyit (Hati yang Mati)
Hati yang telah mati adalah hati yang tidak ada lagi kehidupan dengannya, ia tidak lagi mengenal Robbnya, tidak beribadah kepada-Nya, tidak melaksanakan perintah-Nya, dan tidak lagi mengindahkan larangan-Nya. Dialah hati yang berdiri tegak diatas syahwatnya beserta kelezatannya. Walaupun perbuatan yang ia lakukan tersebut dibenci dan dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’aala, akan tetapi bagi hati yang telah mati ini ia tidak mempedulikannya, kecintaannya diperuntukkan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’aala, begitu juga dengan rasa takutnya. Kalau dia mencintai sesuatu, maka cintanya didasari oleh hawa nafsu, kalau dia membenci sesuatu, maka kebencian itu adalah berdasarkan ukuran hawa nafsunya, kalau ia memberi, maka ia memberi karena hawa nafsunya, kalau ia melarang juga hanya berdasarkan hawa nafsunya. Hawa nafsu adalah jadi Imam (pemimpin) dalam hidupnya, sedangkan Syahwat adalah panglima.
Hati yang telah mati ini tidak mempan dan tidak menerima nasehat, ia mengikuti setiap langkah syaithan yang terkutuk, kebodohannya tidak membuatnya sadar sehingga ia lalai darinya. Berkata salah seorang yang shaleh: “alangkah anehnya manusia, mereka menangisi terhadap orang yang mati jasadnya, dan tidak menangisi terhadap orang yang mati hatinya, sedangkan hati yang mati lebih dahsyat dibandingkan jasad yang mati. Hati yang mati ini banyak dimiliki oleh orang-orang kafir, musyrikin dan orang-orang yang mujrimin (berdosa) yang dirinya diliputi oleh dosa dan hawa nafsu.
3. Qalbun Mariidh (hati yang sakit)
Hati yang sakit adalah hati yang didalamnya terdapat kehidupan akan tetapi berpenyakit. Didalamnya ada kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala, keimanan, keikhlasan, dan tawakkal kepada-Nya, tetapi disamping itu ada kecintaan kepada syahwat dan lebih mengutamakannya daripada yang lain. Didalamnya terdapat hasad (iri dan dengki), ujub (kagum dengan dengan amalan diri sendiri), gila akan kehormatan, cinta dunia dan berbuat kerusakan di muka bumi dengan kekuasaan yang dimilikinya.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: “Penyakit hati merupakan salah satu hal yang akan menyebabkan kerusakan. Rusak dengannya pemikiran seseorang dan iroodah/keinginannya. Pemikirannya dirusak oleh syubhat yang dihadapkan kepadanya, sehingga ia melihat sesuatu yang haq (benar) adalah bathil, dan kebathilan adalah kebenaran. Rusaknya iradah-nya, yaitu dengan membeci kebenaran yang bermanfaat pada hakikatnya bermanfaat bagi dirinya dan mencintai kebatilan pada dirinya yang sesungguhnya memudharatkannya. Oleh karena itu, ditafsirkan kata-kata maroodhun dalam al-Quran dengan syak (ragu-ragu), sebagaimana yang telah ditafsirkan oleh Mujahid
Tanda-tanda penyakit hati.
Seseorang akan diketahui hatinya sakit apabila tanda-tanda berikut ini menghinggapi dirinya:
1. Ketika seseorang terhalang melakukan kebaikan yang Allah Subhanahu wa Ta’aala perintahkan, apakah kebaikan itu yang berkaitan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’aala ataupun hak manusia, keengganannya untuk melakukan perintah tersebut adalah pertanda hatinya sakit.
2. Seseorang yang sakit hatinya, maka tidaklah akan merasakan sakit ketika melakukan keburukan-keburukan, kebodohannya tidak membawa ia merasa sakit, karena kalaulah sekiranya hati itu hidup, maka hati akan merasakan sakit ketika seorang hamba melakukan keburukan.
3. Seseorang yang sakit hatinya, maka ia tidak memiliki rasa malu dalam berbuat dosa dan maksiyat, bahkan ia berbangga dengan dosa-dosanya atau mungkin ia merasa biasa-biasa saja ketika berbuat dosa.

Contoh-contoh penyakit hati.
1. Al-Kibru (Sombong)
Dia merupakan termasuk sejelek-jelek perbuatan, ia merupakan salah satu penghalang seseorang beriman dan mendapat petunjuk, orang yang sombong selalu melihat dirinya diatas segala-galanya, ia merasa bahwa dirinya hebat, kaya, pintar dan jago, sementara orang lain diremehkannya.
Allah Subhanahu wa Ta’aala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan ancaman yang sangat berat terhadap orang yang sombong ini. Dalam satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari rasa sombong, bertanya seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sesungguhnya ada seseorang yang menyukai bajunya baik dan sandalnya bagus. Apakah itu bagian dari sombong. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala itu indah dan suka kepada keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim, 1/93 no. 91)

2. Ujub Binnafsi (Kagum dengan dirinya)

Yaitu kagum akan amal yang pada diri sendirinya. Perbuatan ini akan membuat seseorang lupa terhadap dosa yang dilakukannya dan akan melalaikan dirinya. Oarang yang ujub merasa dan menganggap dirinya lebih suci dan lebih besar amalannya dibanding dengan orang lainnya. Dia merasa Allah Subhanahu wa Ta’aala telah memberikan kedudukan padanya sementara orang lain tidak memilikinya.
3. Hasad
Merupakan penyakit hati yang sulit disembuhkan, kecuali bagi orang yang betul-betul memperbaiki dirinya. Orang yang hasad menginginkan nikmat yang ada pada orang lain musnah, dan ia tidak menginginkan ada orang lain yang lebih baik dari dirinya.
4. Pendendam
5. Buruk sangka kepada orang yang adil, dan lain-lainnya
Obat penyakit hati dan terapinya.
1. Hendaklah setiap diri membekali dirinya dengan ilmu, khususnya ilmu syar’i, kemudian amalkan ilmu tersebut dengan penuh keikhlasan.
2. Jujur dalam berbuat dan perbanyaklah dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala dan ibadah-ibadah sunnah seperti bersedekah, berinfaq, puasa sunat, meringankan beban orang lain.
3. Istiqamah dalam melaksanakan syariat Allah Subhanahu wa Ta’aala, karena melalui hal ini Allah Subhanahu wa Ta’aala akan berikan petunjuk kepada hamba-Nya.
4. Ingatlah akan bahaya-bahaya yang disebabkan oleh penyakit hati tersebut.
5. Bacalah sejarah dari akhlak para salafus sholeh, sehingga dengan demikian akan mendorong seseorang untuk menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik dan membersihkan dirinya dari dosa dan maksiyat.
6. Senantiasa memuhasabah diri (mengevaluasi kesalahan) masing-masing kita dalam hidup ini.
7. Bersabarlah menghadapi cobaan, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala bersama orang-orang sabar, baik sabar dalam mentaati Allah Subhanahu wa Ta’aala, sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menghadapi apa yang Allah Subhanahu wa Ta’aala haramkan. Karena tanpa kesabaran, akan banyak terlanggar larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’aala dan mengakibatkan kita mudah untuk meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’aala.
8. Perbanyaklah membaca Sirah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bagaimana sikap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadapi dunia dan semua permasalahan yang dihadapinya dalam dakwah.
9. Sadarilah bahwa diri anda diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’aala untuk beribadah kepada-Nya, bukan untuk bermain-main.
10. Bertemanlah dan bersahabatlah dengan orang-orang yang akan mendatangkan kebaikan dan petunjuk serta berakhlak mulia, hindari pergaulan-pergaulan yang akan merusak akhlak anda.

Demikianlah pembahasan kita pada edisi ini semoga Allah Subhanahu wa Ta’aala curahkan dalam diri kita petunjuk-Nya agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit hati yang akan merusak dan membinasakan kita.
Wallahu a’lam bisshawab

Sejarah Al-Furqan

UKMK Al-Furqan
UKM Kerohanian Al-Furqan adalah salah satu lembaga kemahasiswaan yang ada di Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Yang secara umum keberadaannya seiring dengan berdirinya Universitas Putra Indonesia YPTK pada tahun 2001.

Keberadaan UKM Kerohanian Al-Furqan perlahan-lahan mampu menunjukkan eksistensinya dan mampu berdiri sejajar dengan lembaga kemahasiswaan lainnya dilingkungan Universitas Putra Indonesia YPTK. Gerak maju UKM Kerohanian Al-Furqan tidak terlepas dari evaluasi secara berkelanjutan demi tercapainya sebuah lembaga kemahasiswaan yang profesional berbasis intelektualitas dan kompetensi dengan bingkai filosofis Islam.

Dinamika yang tumbuh dalam lingkup lembaga kemahasiswaan dari waktu kewaktu terus berkembang. Salah satu pemicunya adalah dengan bermunculannya lembaga-lembaga kemahasiswaan baik ditingkat Universitas maupun ditingkat Fakultas yang kemudian diiringi dengan tingkat produktivitas masing-masing lembaga.

Namun secara umum kondisi Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Universitas Putra Indonesia YPTK cukup harmonis dan hubungan antar lembaga terjaga dengan baik.

Cikal bakal UKM Kerohanian Al Furqan sudah ada sejak tahun 1996 dimana pada waktu itu Forum Annisa tampil sebagai wadah diskusi para muslimah. Sementara untuk kalangan laki-laki hanya terdapat satu orang sehingga tidak bisa bergerak efektif. Kondisi ini berlanjut hingga tahun 1998. pada tahun 1998 HMI cukup mendapat tempat di STMIK, STIE, AMIK, AAMPK (sekarang Universitas Putra Indonesia YPTK) dimana sebagian besar anggotanya cukup punya perhatian terhadap kegiatan keislaman. 

Pada tahun 2000 diadakan suatu rapat yang dihadiri sekitar 18 orang (7 diantaranya laki-laki) yang pertemuan tersebut menyepakati dibentuknya sebuah lembaga Islam yang diberi nama Forum Studi Islam Al-Furqan. Pada masa ini sudah mulai diadakan kegiatan diantaranya anjangsana kepanti asuhan. Pada tahun 2001 STMIK, STIE, AMIK, AAMPK dilebur menjadi Universitas Putra Indonesia YPTK, Pada tahun itu juga Kampus melalui PR III membuka kesempatan kepada lembaga-lembaga kemahasiswaan yang ada untuk melakukan penyesuaian dan mengajukan permohonan legalisasi kepihak Kampus. 

FSI Al-Furqan kemudian mengajukan permohonan kepihak Kampus untuk mendapat legalisasi sebagai lembaga kemahasiswaan. Proses ini terkendala dalam hal penamaan Lembaga karena Kampus tidak bisa menerima penamaan lembaga dengan nama FORUM kemudian melalui rapat internal FSI Al Furqan disepakati untuk mengganti nama Forum dengan UKM Kerohanian Al-Furqan. Hasil ini kemudian diterima kampus dengan keluarnya SK Rektor Universitas Putra Indonesia YPTK pada tahun 2001 mengenai UKM Kerohanian Al-Furqan. Dan sejak 2001 UKM Kerohanian Al Furqan mulai melakukan kegiatan secara kelembagaan.

Sabtu, 19 April 2014

One Action, One Direction Milad Ke-13 Al-Furqan

Pembina dan Ketum Al-Furqan
Tepat tanggal 19 April, Al-Furqan sebagai salah satu organisasi didalam lingkungan Rema (Republik Mahasiswa) UPI YPTK Padang memasuki usia ke-13 tahun. UKMK- Al-Furqan begitulah namanya ada sejak berdiri dari 13 tahun silam tepatnya pada tahun 2001. Tidak banyak acara dalam rangka Milad Al-furqan pada tahun ke-13 ini, hal itu dikarenakan mahasiswa sedang melaksanakan ujian tengah semester.

Banyak ucapan selamat yang telah dilontarkan kepada Al-Furqan pada usia ke-13 ini, baik dari mahasiswa, dosen, hingga rektor UPI YPTK Padang. Selamat ya kepada Al-Furqan yang telah memasuki usia ke-13, semoga selalu jaya, begitulah ucapan selamat yang disampaikan oleh rektor UPI YPTK, Sarjon Defit saat ditemui dimasjid kampus usai melaksanakan program paginya bersama dengan dosen yang biasa dilaksanakan setiap pagi jam kerja. Tidak ketinggalan juga dengan dosen-dosen lain yang sempat ditemui ketua umum Al-Furqan, Hendra pada saat pembagian cindera mata Milad Al-Furqan berupa cokelat bergambarkan hati di Masjid Rahmatan Lilalamin.

Hal bahagia juga terlihat pada pembina Al-Furqan yang selama ini selalu memberikan dukungan kepada Al-Furqan dalam setiap kegiatan positif yang dilaksanakan Al-Furqan. "Siapa ulang tahun, siapa ulang tahun, kita ya......!!!!!, begitulah kata bapak keturunan jawa ini, bapak Soemijan kepada Hendra saat dijumpai didepan Masjid. Dengan hati riang dan gembira beliau memberikan ucapan selamat. Begitu banyak kata-kata yang ingin sekali dilontarkan, tetapi semua itu tidak perlu lagi dilontarkan karena keriangan hati akan UKM yang telah dibinanya sekian tahun telah menjadi pelopor UKM pembeda yang hadir ditengah-tengah perbedaan untuk menciptakan kesamaan tujuan. Beliau menyempatkan diri untuk berfoto dengan ketua umum alfurqan, kelak foto ini akan menjadi kenangan indah.

Masih banyak ucapan selamat diberikan kepada Al-Furqan di pagi hari nan bahagia itu. Sebut saja dari bapak Abie, ondra, eka praja, gushelmi, zaenal wafa, guslendra dan juga pak yal yang selalu membantu Al-Furqan dalam setiap kegiatannya. Pagi itu juga Al-Furqan mendapat 2 point yang patut dibanggakan, yakni Al-Furqan akan diikutsertakan dalam rangkaian acara Milad UPI YPTK pada Mei mendatang sebagaimana yang dilontarkan bapak Riki saat ditemui ketua umum Al-furqan. Dan juga, bapak Gunadi mengapresiasi akan keberadaan Al-Furqan dengan langsung menawari diri untuk menjadi pengisi acara mendatang.

"Kalau mau Al-Furqan, saya bisa mengisi acara pada Al-Furqan. Nanti kita membahas berbagai macam kisah Nabi dan Sahabatnya" tutur bapak yang identik dengan jenggotnya ini. Dengan hati gembira, Hendra langsung mengiyakan tawaran yang diberikan bapak Gunadi.

Pagi itu, Masjid yang berdiri kokoh dikampus UPI YPTK ini. Ada yang berbeda, terdapat selembar kain yang berisikan ucapan selamat kepada Al-Furqan. Itu merupakan karya tangan indah akhwat-akhwat Al-Furqan, yang telah dengan sepenuh hati menciptakan hari bahagia pada UKM yang telah mengantarkan kita bersama menuju jalan Allah SWT. Walau hanya sebatas ucapan selamat dari kain, namun tidak kalah dengan ucapan selamat yang dibuat dari cetakan yang biasa dipakai oleh kebanyakan.

Selamat Milad UKMK-Al-Furqan,,semoga Ukhuwah kita selalu terjaga.

Jumat, 18 April 2014

Membangun Ukhuwah Islamiah Dikampus Umum

UKM Al-Furqan, itulah organisasi yang masih menegakkan Ukhuwah(persaudaran) dalam syariat islam, walau berada dikampus umum tapi semangat mereka tidak terbendung. Tatskif adalah salah satu rutinitas setiap hari rabu dalam seminggu, disana membahas tentang seluk beluk islam. Dalam kegiatan itu semua mahasiswa UPI YPTK bisa mengikuti dan yang menjadi nilai lebih dalam kegiatan ini tidak diminta biaya alias Gratis. Setiap kali pertemuan diisi oleh ustad yang berpengalaman dikota Padang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memperbaharui dan menambah ilmu tentang islam dalam diri mahasiswa, khususnya mahasiswa UPI. Sayang seribu kali sayang kegiatan ini belum banyak mahasiswa yang mengikuti, masih dari anggota Al-Furqan yang mendominasi. Perhatian dari kampus pun belum nampak, apakah memang tidak mengindahkan ataupun tidak acuh sama sekali. Putra, koordinator Tatskif, mengatakan "tatskif dilaksanakan tiap hari rabu dalam satu minggu, dalam kegiatan ini membahas semua hal yang berhubungan dengan islam, sangat disayangkan tatskif masih belum dilirik oleh mahasiswa maupun kampus"

senada dengan Putra, Rivai, peserta tatskif menerangkan, "tatskif sangat banyak ilmu yang didaptkan khususnya ilmu islam, selain itu kegiatan ini juga dapat mempererat silaturrhami antara sesama mahasiswa walau tidak saling kenal". Dibandingkan dengan kampus umum lainnya, sangat jarang kegiatan rutinitas seperti ini. Kedepannya peningkatan demi peningkatan kwalitas kegiatan terus ditingkatkan demi tercapainya tujuan awal dari Tatskif.

Menenggali lebih dalam apakah kegiatan positif ini terbatas mingguan saja, pemandangan berbeda tergambar pada UKM Al-furqan karena organ ini mempanyai hunian khusus anggota organ ini. Wisma, itulah nama rumah yang dijadikan asrama bagi mahasiswa itu terdapat berbagai macam kegiatan positif seperti program pagi, solat berjamaah setiap waktu, sharing ilmu baik umum maupun ilmu agama dan masih banyak kegiatan lainnya.

Sabtu, 12 April 2014

Jadwal UTS UPI YPTK 2014

Jadwal Ujian 
1. Teknik Informatika  "DOWNLOAD"
2. Sistem Informasi  "DOWNLOAD"
3. Sistem Komputer  "DOWNLOAD"
4. Managemen Informatika  "DOWNLOAD"
5. Fakultas Ekonomi  "DOWNLOAD"
6. Fakultas Psikologi  "DOWNLOAD"
7. FKIP  "DOWNLOAD"
8. Fakultas Teknik  "DOWNLOAD"
9. Fakultas DKV  "DOWNLOAD"